Website Resmi Dinas Komunikasi & Informatika Kabupaten Donggala | Kabupaten Donggala
Memuat...
Logo
Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah kominfo@donggala.go.id
Ikuti Kami:

(07/07/2026) Donggala Dorong Regenerasi Penenun Buya Sabe untuk Lestarikan Warisan Budaya Indonesia

Gambar Berita

Donggala — Pemerintah Kabupaten Donggala mendorong regenerasi penenun Buya Sabe, kain tenun khas Donggala. Langkah ini dilakukan untuk menjaga warisan budaya Indonesia sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala Rustam Efendi mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar membuka jurusan khusus Tenun Donggala di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menurut dia, program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi remaja putri untuk mempelajari keterampilan menenun sekaligus menyiapkan generasi penerus.

"Kami meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk membuka jurusan khusus Tenun Donggala di SMK yang siswanya adalah remaja putri," ujar Rustam saat membuka Buya Subi Festival 2026 di Kawasan Wisata Pantai Karampuana, Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Donggala, Selasa (7/7/2026).

Rustam mengatakan, sentra tenun Donggala saat ini berada di Desa Towale dan Desa Limboro. Kedua desa tersebut memiliki sekitar 200 penenun aktif. Namun, sebagian besar penenun telah berusia lanjut sehingga produktivitasnya mulai menurun. "Para penenun merupakan orang tua, sehingga produktivitasnya sudah tidak maksimal," katanya.

Ia menjelaskan, setiap penenun rata-rata menghasilkan satu lembar kain dalam dua pekan. Dengan jumlah penenun yang ada, produksi mencapai sekitar 400 lembar kain setiap bulan.

Selain regenerasi, Pemerintah Kabupaten Donggala juga mendorong pemerintah desa membentuk koperasi khusus yang memiliki unit usaha kain tenun. Upaya ini diharapkan memperkuat pemasaran sekaligus meningkatkan kesejahteraan para penenun.

Buya Subi Festival 2026 merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Donggala, dan Eco Fashion Week Australia (EFWA). Puncak kegiatan akan dimeriahkan melalui Sunset Fashion Show.

Rustam menegaskan, Buya Sabe beserta ragamnya seperti Buya Subi, Buya Bomba, dan Palekat Garusu merupakan produk unggulan Donggala yang telah memiliki Indikasi Geografis sebagai kekayaan intelektual komunal Indonesia.

Menurutnya, karya tenun yang ditampilkan dalam festival bukan sekadar produk fesyen. Tenun Donggala merupakan identitas budaya, jejak sejarah, sekaligus warisan leluhur yang harus terus dijaga.

"Kegiatan ini memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal, serta menunjukkan bahwa budaya tradisional dapat berjalan beriringan dengan kreativitas modern," ujarnya.

Buya Sabe juga mencerminkan prinsip fesyen berkelanjutan melalui penggunaan bahan alami, praktik zero waste, serta pemberdayaan perempuan karena sebagian besar penenunnya adalah kaum wanita. Nilai tersebut menjadikan tenun Donggala semakin relevan dengan perkembangan industri fesyen berkelanjutan dunia.

Tenun Donggala merupakan salah satu tekstil tradisional Indonesia yang berkembang di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Berdasarkan informasi Museum Sulawesi Tengah, tradisi ini lahir dari pertemuan budaya masyarakat lokal dan Bugis, serta masih diproduksi secara manual menggunakan alat tenun tradisional hingga kini.

Media Center Kominfo Donggala/Rs

sumber: infopublik.id