
Donggala – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Donggala mencatat prevalensi stunting pada triwulan I - 2026 sebesar 17,53 persen, dengan sejumlah tantangan intervensi yang masih perlu diatasi untuk mempercepat penurunan kasus di lapangan.
Data tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kinerja Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) yang digelar di Ruang Kasiromu Kantor Bupati Donggala, Senin (4/5/2026).
Capaian tersebut masih berada di atas target nasional sebesar 14,4 persen pada 2029, sehingga diperlukan penguatan strategi intervensi yang lebih efektif dan terintegrasi.
Kepala Dinkes Kabupaten Donggala, Aprina Lingkeh mengatakan meskipun prevalensi menunjukkan tren penurunan, pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala.
“Intervensi terus dilakukan, namun masih terdapat tantangan dalam cakupan layanan dan perubahan perilaku masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Sigizi Kesga per 3 Mei 2026, cakupan penimbangan balita di Kabupaten Donggala baru mencapai sekitar 76,2 persen dari total sasaran.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada akurasi data serta efektivitas penanganan, karena belum seluruh balita terpantau secara optimal.
Selain itu, tantangan lain yang dihadapi meliputi keterbatasan sosialisasi, partisipasi masyarakat yang belum merata, serta akses layanan kesehatan di wilayah terpencil.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes Donggala mendorong penguatan intervensi melalui peningkatan distribusi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta kampanye konsumsi pangan bergizi.
Intervensi juga diperkuat melalui pendekatan lintas sektor, termasuk integrasi program dengan kegiatan berbasis masyarakat serta peningkatan peran kader dalam pendampingan keluarga berisiko stunting.
Selain itu, pemerintah daerah mengoptimalkan intervensi sensitif seperti penyediaan air bersih dan sanitasi layak guna mendukung perbaikan lingkungan kesehatan masyarakat.
Melalui penguatan intervensi yang lebih terarah dan berbasis data, penurunan stunting di Kabupaten Donggala diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendukung pencapaian target nasional pembangunan kesehatan.
Media Center Kominfo Donggala/Az-M/Rs
sumber: infopublik.id