
Donggala – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala memperkuat komitmen mewujudkan kemandirian pangan dengan melaksanakan Gerakan Tanam (Gertam) jagung dan cabai hibrida di Desa Batusuya Go’o, Kecamatan Sindue Tombusabora, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan ini dihadiri Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, bersama Wakil Bupati, Taufik M. Burhan serta jajaran perangkat daerah dan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat kerja sama antara Pemkab Donggala dan sektor perbankan. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemkab Donggala dan Bank Mandiri yang diwakili oleh Kepala Cabang Bank Mandiri Donggala, Dwi.
Kerja sama itu menjadi bagian dari program berkelanjutan untuk pemberdayaan petani dan pelaku usaha mikro melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah ini sekaligus menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan sektor riil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyampaikan bahwa Pemkab terus mendorong para petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar memanfaatkan fasilitas KUR. Menurutnya, program tersebut merupakan sarana penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan menjaga stabilitas pasokan bahan pangan di masyarakat.
“KUR ini hanya dengan bunga enam persen. Saya berinisiatif agar tiga persennya ditanggung pemerintah daerah, sehingga bunga yang dibayarkan petani nanti hanya tersisa tiga persen hingga panen dan UMKM mampu berdiri sendiri,” ujar Bupati Vera di sela kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, ketahanan pangan tidak lahir dari luasnya lahan semata, melainkan dari tekad dan kerja bersama yang tumbuh di hati masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat peran petani dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Donggala.
Dalam arahannya, Bupati Vera juga menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa menyiapkan data serta profil desa masing-masing sebagai dasar pelaksanaan program intervensi ketahanan pangan. Langkah ini diharapkan mempercepat penyaluran bantuan benih dan sarana produksi pertanian kepada desa-desa yang siap.
Bupati menambahkan, lima kecamatan yang datanya lengkap akan diusahakan mendapatkan benih jagung, padi, cabai, dan kakao pada awal tahun 2026. Tujuan utamanya agar bantuan dari pemerintah pusat bisa disalurkan tepat sasaran dan efektif.
Menurut Bupati, gerakan tanam jagung dan cabai di Desa Batusuya Go’o merupakan kegiatan strategis yang menjadi role model bagi masyarakat dalam mewujudkan swasembada pangan, sejalan dengan program nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
“Penanaman ini merupakan simbol dari gerakan bertani dan langkah nyata untuk menghidupkan kembali semangat kemandirian serta keberlanjutan di sektor pertanian,” ujar Bupati Vera.
Ia menambahkan, lahan-lahan di Donggala menyimpan potensi besar untuk menghasilkan pangan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Dari Desa Batusuya Go’o, kita mulai menanam harapan, harapan akan masa depan yang subur, mandiri, dan berdaulat pangan. Karena setiap biji yang kita tanam hari ini adalah janji untuk kesejahteraan rakyat Donggala esok hari,” tutup Bupati Vera.
MC Donggala/Rs