Website Resmi Dinas Komunikasi & Informatika Kabupaten Donggala | Kabupaten Donggala
Memuat...
Logo
Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah kominfo@donggala.go.id
Ikuti Kami:

(04/05/2026) Pemkab Donggala Perkuat Strategi Percepatan Penurunan Stunting, Prevalensi Masih 17,53 Persen

Gambar Berita

Donggala – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala memperkuat strategi percepatan penurunan stunting menyusul prevalensi yang masih berada di angka 17,53 persen pada triwulan I 2026, atau di atas target nasional 14,4 persen pada 2029.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kinerja Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Donggala yang digelar di Ruang Kasiromu Kantor Bupati Donggala, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta Surat Undangan Bupati Donggala Nomor 005/1/DP2KBP3A.02-DALDUK/IV/2026.

Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan selaku Ketua TP3S mengatakan percepatan penurunan stunting membutuhkan konsolidasi yang kuat dan terintegrasi dari seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat desa.

“Percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan konvergensi program lintas sektor agar intervensi berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, strategi percepatan pada 2026 difokuskan pada lima pilar utama, yakni penguatan komitmen, kampanye perubahan perilaku, konvergensi program, peningkatan akses pangan dan gizi, serta penguatan data dan evaluasi berkala.

Selain itu, Pemkab Donggala mendorong inovasi program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING) yang melibatkan pejabat dan tokoh masyarakat sebagai orang tua asuh bagi anak stunting.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pendampingan keluarga berisiko, pemberian bantuan nutrisi, serta edukasi pola asuh pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai fase krusial pencegahan stunting.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga menekankan penguatan sistem data dan monitoring berbasis digital melalui pemanfaatan aplikasi e-PPGBM guna memastikan intervensi lebih presisi dan responsif.

Namun demikian, percepatan penurunan stunting di Donggala masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan anggaran, akses wilayah terpencil, serta perubahan perilaku masyarakat yang belum optimal.

Untuk itu, Pemkab Donggala mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, optimalisasi peran kader pembangunan manusia, serta pendekatan jemput bola layanan kesehatan ke wilayah sulit dijangkau.

Melalui penguatan strategi, inovasi program, serta sinergi lintas sektor tersebut, pemerintah daerah menargetkan percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif guna mendukung pencapaian target nasional pembangunan kesehatan.


Media Center Kominfo Donggala/Az-M/Rs

sumber: infopublik.id