
Donggala – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) sekaligus sosialisasi Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting), di Aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Senin (8/9/2025).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Donggala, Rustam Efendi, membuka kegiatan yang turut dihadiri Plt Kepala Dinas P2KB Donggala, Dudi Utomo Adi, Sekretaris Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala puskesmas, perwakilan TP PKK, serta koordinator PLKB dan PKB.
Dalam sambutannya, Rustam menegaskan komitmen Pemkab Donggala untuk menurunkan prevalensi stunting. Ia menyebut, pada 2024 angka stunting berhasil ditekan 4,5 persen dan pada 2025 ditargetkan turun menjadi 18,8 persen. “Waktu kita tinggal beberapa bulan lagi. Tata kelola koordinasi, anggaran, data, hingga komitmen masih menjadi tantangan yang harus segera kita atasi,” jelasnya.
Rustam juga menyoroti rendahnya intervensi spesifik yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pemberian ASI eksklusif, konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri, cakupan imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, serta pemberian MPASI. “Rakor ini harus ditindaklanjuti tidak hanya di kabupaten, tetapi juga hingga kecamatan dan desa,” tambahnya.
Ia mendorong seluruh pihak fokus pada kelompok rentan, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia di bawah dua tahun. “Minimal setiap OPD bisa menjadi orang tua asuh bagi satu anak. Ini bentuk gotong royong kita dalam percepatan penurunan kasus gizi kronis di daerah,” pungkas Rustam.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas P2KB Donggala, Dudi Utomo Adi, menjelaskan stunting masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan kerja sama lintas sektor. Ia menekankan, Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 mengamanatkan peran aktif berbagai pemangku kepentingan.
“Melalui Rakor TP3S dan sosialisasi Genting ini, kita ingin memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya peran orang tua dalam mencegah stunting sejak dini,” ujar Dudi.
MC Donggala/Rs
sumber: infopublik.id