PJ BUPATI DONGGALA RESMIKAN PENYALURAN BANTUAN PANGAN 2024Pj Bupati Donggala, Moh. Rifani saat meluncurkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah
PJ BUPATI DONGGALA RESMIKAN PENYALURAN BANTUAN PANGAN 2024

Donggala,  - Pj Bupati Donggala, Moh.Rifani meluncurkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), di halaman kantor Bupati Donggala, Selasa (30/1/2024).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Badan Pangan Nasional (BAPANAS) tentang penyaluran CPP untuk bantuan pangan beras 2024 melalui Perum Bulog, untuk Kabupaten Donggala akan disalurkan CPP komoditas beras bagi 25.747 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Moh Rifani dalam sambutannya menjelaskan bahwa pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, karena itu akses untuk memperoleh pangan merupakan hak asasi tiap manusia.

Oleh karena itu, lanjut dia, negara agraris seperti Indonesia menganggap bahwa pangan sangatlah penting bagi keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.

"Penyelenggaran cadangan pangan oleh pemerintah secara lebih detail diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 tahun 2022. Disebutkan bahwa dalam penyaluran CPP dilakukan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga pangan pasca bencana alam, pascabencana sosial dan keadaan darurat,"  ujarnya.

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa tujuan penyaluran cadangan pangan pemerintah ini untuk mengurangi beban pengeluaran penerimaan bantuan pangan sasaran sebagai upaya untuk menangani kerawanan pangan, kemiskinan, stunting, dan gizi buruk, sehingga dalam keadaan darurat dapat melindungi produsen dan konsumen dari dampak fluktuasi harga, dan mengendalikan dampak inflasi.

Penyaluran CPP komoditas beras 2024 ini ada enam bulan alokasi yang dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berupa 10 Kg per KPM selama tiga bulan yang akan berlangsung pada Januari hingga Maret mendatang.

Data penerima bantuan menggunakan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) yang berasal dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

(Tim IKP Kominfo Donggala)



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)